Mudik dengan Sepeda Motor

Mudik dengan Sepeda Motor
Saudaraku, para pengguna roda dua. Terutama bagi penunggang vespa. Mudik merupakan satu istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga kita.

Menanggapi dan menyikapinya, ternyata banyak sudah kesan yang didapat dari pengalaman yang sama-sama sudah kita ketahui bersama.

Mengingat akan seberapa pentingnya silaturahim bagi kita, bukan berarti harus mengesampingkan keselamatan dan kenyamanan pribadi. Ada baiknya, kita telah mempersiapkan sebaik mungkin untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Simak beberapa tips sederhana di bawah ini:
  1. Pastikan bahwa sebelum mudik anda dan keluarga berada dalam kondisi yang fit. Terutama bagi driver atau pengendara motor. Makan secukupnya, untuk perut terisi. Lakukan dulu pemanasan sebelum berangkat. (Push up, lari keliling lapangan, hehe..)
  2. Periksa vespa anda sebelum berangkat, dengan syarat anda harus mempunyai sepeda motor (vespa) sebelum memutuskan untuk mudik naik motor. Paling tidak cari teman yang punya motor untuk jadi boncenger. (Kecuali anda mau naik ojek sampe rumah :p)
  3. Pastikan kondisi motor sehat. Sebelum dipakai ‘bertempur’ alias mudik, periksakan kondisi motor anda di bengkel motor langganan anda. (Jangan di warteg terdekat, gkgkgkgk..)
  4. Jangan lupa surat-surat seperti SIM, STNK dan membawa perlengkapan/alat-alat (tools kit), pompa, ban serep, busi cadangan yang masih bagus, lap kering/ kanebo, amplas, bohlam lampu depan, lampu rem dan sign, kabel kopling cadangan, kabel gas cadangan, tools untuk tambal ban, P3K dsbnya. Tapi kalo anda sudah bawa semua, biasanya anda akan ditunjuk sebagai bengkel berjalan. (Mudik apa mo buka tambel ban, mas..)
  5. Gunakan Helm Full Face atau Helm cakil, dan pastikan helm anda ada logo SNI. Baik buat driver maupun boncenger. Pastikan juga jika anda membawa anak keamanannya baik. Jangan Menempatkan anak di depan karena itu berarti menjadikan anak sebagai tameng anda. (Kalah Polisi Anti Huru-Hara..)
  6. Gunakan jaket, sepatu, kalau ada body protector yang di pasang di dada, sarung tangan, kacamata jika perlu, siapkan pula jas hujan. (Jangan lupa muka cadangan, hiahaha..)
  7. Buat boncenger wanita, sebaiknya anda tidak duduk menyamping hanya agar kelihatan feminim. Duduk menghadap kedepan jauh lebih aman. (Tapi jangan ketiduran, ntar ditidurin, ups..)
  8. Pastikan anda membawa bekal makanan yang praktis dan bisa dimakan saat istirahat berkendara. Sehingga saat mudik anda tidak asal makan di restoran/rumah makan tempat pemberhentian Bus Antar Kota karena di saat-saat seperti itu dikhawatirkan cara masak dan mencuci piringnya kurang bersih karena pengunjung sangat padat dan banyak yang harus dilayani. Air mineral, permen karet sangat cocok buat bekal perjalanan karena efektif mengusir kantuk. (Asal jangan emut2 baut roda aja..)
  9. Bawa obat-obatan yang biasa digunakan! Terutama untuk anak-anak. (Bapaknya siapin amunisi, haha.. Bo'ong, ding!)
  10. Jangan membawa muatan terlalu banyak, karena akan mengganggu keseimbangan berkendara.
  11. Jangan lupa berdoa sebelum berangkat. (Bukan doa minta jodoh, ya?!)
  12. Tetap menjaga etika berlalulintas yang baik. Jangan melanggar rambu-rambu lalu lintas dengan seenaknya, seperti terobos lampu merah, selip kiri selip kanan tanpa sen. Jaga jarak anda dengan kendaraan di depan dan sebaiknya tidak bergerombol dan jangan buang sampah se-enaknya. (Cukup di Bantar Gebang aja, kekekeke..)
  13. Jangan istirahat di pom bensin atau SPBU, karena ada peraturan baru yang melarang hal tersebut. (Tapi bagi anak vespa, itu udah biasa. Malah udah punya istilah, "Hotel Pertamina." Lanjut, broow!!)
  14. Yang harus diingat adalah jika kita melewati Jalur Pantura adalah siap mengalah dengan Bus Antar Kota/Propinsi, mereka ini Raja Setan Jalanan Pantura. Jangan coba-coba adu balap meski kita ada di jalur yang benar. Bila dari arah berlawanan tiba-tiba ada Bus yang melancangi truk gandeng yang berjalan lamban, Anda harus siap mengurangi kecepatan dan minggir ke kiri. Bahkan bila perlu turun/keluar dari jalan aspal. Jangan ambil resiko, lebih baik mengalah. Bukankah Anda dan keluarga ingin tiba di kampung halaman dengan selamat? (Makanya jalan kaki aja..)
  15. Lain bus lain lagi truk gandeng maupun truk engkel. Kalau truk-truk ini dikenalnya sebagai si Keong atau si Kura-Kura karena begitu lamban jalannya. Sudah jalannya lambat, mereka ‘ngotot’ berjalan di jalur kanan pula. Jika bertemu dengan truk jenis ini kita harus ekstra sabar dan hati-hati, cobalah menyalip dari sebelah kiri. Yang perlu diperhatikan adalah apakah di kiri depan ada motor, becak, sepeda, mobil ogok/parkir, lobang, jembatan sempit. (Atau perawan lagi mandi, hihihi..)
  16. Jangan lupa membawa peta jalur mudik, karena ini sangat penting dan berguna. Hendaknya pilihlah peta yang memuat jalur-jalur alternatif secara detail, ini penting sekali apabila terjadi kemacetan di suatu titik. Dan jangan lupa peta tersebut dilengkapi dengan nomor-nomor telepon penting, info tol sepanjang Pulau Jawa, dll. (Jangan kebanyakan mampir di 'Warung Pojok' :D)
  17. Sebaiknya sebelum berangkat charge HP anda sampai penuh. Untuk daerah/area tertentu yang Anda lewati akan terjadi blank spot untuk kartu tertentu, lebih baik jika salah satu anggota keluarga punya HP dengan kartu yang berbeda. Jadi bila terjadi blankspot masih bisa pakai HP satunya lagi. (Bukan pake benang ama kaleng susu, ya.)
  18. Berikan No HP anda kepada keluarga, teman, tetangga yang ada di kampung halaman jika perlu informasi mendadak. Ini juga dimaksudkan agar Anda bisa dihubungi kalau terjadi sesuatu di rumah Anda. (Skalian nocannya, gan..)
  19. Jika anda berangkat pagi jam 06.00: Bisa lihat pemandangan, restoran dan bengkel pasti buka, resikonya panas apalagi kalau macet, sepanjang jalan yang dilewati kita akan ketemu pasar tradisional di kota kecamatan/kabupaten yang pasti macet, banyak orang menyeberang, becak, sepeda, ojek, dll, ketemu dengan Panitia Pembangunan Masjid yang minta sumbangan. Harap hati-hati dengan drum yang ditaruh di tengah-tengah jalan, jangan sampai ngebut melewati mereka. Bagi anda yang berkacamata minus sebaiknya jalan pagi saja. (Kalo perlu jalan pagi buta jam 1.00, banyak yang jual kijing seger..)
  20. Berangkat sore/malam jam 17.00: Tidak bisa lihat pemandangan, hanya restoran dan bengkel 24 jam saja yang buka, tidak panas, tidak ada pasar tradisional, tidak ada Panitia Pembangunan Masjid. Bila kita mau menyalip di tikungan akan kelihatan dari sinar lampu mobil dari arah berlawanan. Hanya saja kita harus ekstra hati-hati dan jangan sampai mengantuk. (Kalo ngantuk, cepet2 makan.. :p)
  21. Bawa uang tunai secukupnya, tak perlu bawa banyak-banyak, toh ATM banyak sekali dijumpai di daerah. (Ya kalo punya duit banyak & ATM..)
  22. Tempelkan stiker klub Anda atau tanda pengenal komunitas tertentu di belakang patboard kendaraan Anda. Siapa tahu nanti di perjalanan Anda berjumpa dengan teman baru? (Lumayan bisa numpang ngopi, hee..)
  23. Yang terakhir yaitu konsentrasi! (Coba tanya ama Dedy Corbuzier, deh.)
Semoga bermanfaat!

0 comments :

Posting Komentar

 

Langganan via Email