Apa Jadinya Dunia Tanpa Kecoa?

Kecoa
Seumpama muncul pertanyaan, “apakah hewan paling menjijikkan di dunia?” sebagian besar orang mungkin akan menjawab kecoa. Apalagi kalau kalian nanyanya ke eL. Ya pasti, "KECOA!!"

Tubuhnya yang hitam, dapat berlari dengan gesit sampai sulit ditangkap, serta hidup di tempat-tempat kotor, lembab, dan jorok, membuat tak sedikit orang menjerit histeris saat melihat hewan yang satu ini. Apalagi kalo pas lagi terbang alias wara-wiri nggak jelas arahnya mau kemana. Hiiyy, nggak cihuy banget, deh.

Pada tau nggak, sih? Kalo kecoa, salah satu serangga tanpa tulang belakang itu punya manfaat yang begitu besar terhadap lingkungan? Kata peneliti dari University of Texas, Amerika Serikat, sih..

Professor Srini Kambhampati dari University of Texas menyebutkan, kecoa memiliki peran esensial dalam kelangsungan ekosistem planet. Jika populasi kecoa menurun drastis, siklus nitrogen di bumi pun akan terganggu.

“Kecoa hobi menyantap sisa-sisa sampah organik yang banyak mengandung nitrogen. Nitrogen yang masuk ke dalam tubuh mereka kemudian dilepaskan di tanah dan digunakan untuk tumbuh-kembang tanaman,” papar Kambhampati seperti dikutip dari Huffington Post.

“Dengan kata lain, jika kecoa punah kesehatan lingkungan di bumi akan terkena dampaknya. Begitu juga semua spesies yang tinggal di dalamnya,” lanjut Kambhampati.

Kambhampati menambahkan, 10.000 jenis spesies kecoa yang ada di muka bumi juga menjadi makanan bagi burung dan tikus, yang kemudian menjadi santapan hewan lain, seperti kucing, elang, dan reptil. Ini berarti, jika kecoa punah akan mengganggu rantai makanan dari hewan lain.

Jadi, masih mau berburu kecoa?

0 comments :

Posting Komentar

 

Langganan via Email