Sutardji Calzoum Bachri

Sutardji Calzoum Bachri
Menurut Mbah Wiki ama sodaranya Mbah Google, eL dapet sedikit biografi tentang sastrawan unik yang satu ini.

Klak-klik, ketik nama Sutardji Calzoum Bachri, eL nemuin banyak data-data beliau dari berbagai versi. Kebanyakan isinya sama. (Ya, iyalah. Orang nara sumbernya satu orang gitu, loh!)

Jadi, deskripsi tentang beliau begini, ni:

SCB (eL singkat aja, ya!). Lahir di RengatIndragiri Hulu, tanggal 24 Juni 1941. Beliau seorang pujangga Indonesia terkemuka. Setelah lulus SMA SCB ngelanjutin studinya ke Fakultas Sosial Politik Jurusan Administrasi NegaraUniversitas PadjadjaranBandung.

Awalnya SCB mulai nulis di surat kabar dan mingguan di Bandung, kemudian sajak-sajaknyai dimuat dalam majalah Horison dan Budaya Jaya serta ruang kebudayaan Sinar Harapan dan Berita Buana.
Dari sajak-sajaknya itu SCB memperlihatkan dirinya sebagai pembaharu perpuisian Indonesia. Terutama karena konsepsinya tentang kata yang hendak dibebaskan dari kungkungan pengertian dan dikembalikannya pada fungsi kata seperti dalam mantra.

Kalo versinya eL sih beliau itu sastrawan klenik, maksudnya dari tata bahasanya, kosakata & pengolahan istilahnya yang aneh-aneh gitu. Susah diterjemahin dalam waktu yang singkat. Kebanyakan konsepnya persis kaya orang yang lagi komat-kamit baca mantra (tapi beliau bukan dukun, ya?!). Jadi musti ditelaah betul tuh kajian beliau sebelum menyimpulkan maksud dari puisi-puisinya.
Pada musim panas 1974, SCB mengikuti Poetry Reading International di Rotterdam. Kemudian ia mengikuti seminar International Writing Program di Iowa CityAmerika Serikat dari Oktober 1974 sampai April 1975. Sutardji juga memperkenalkan cara baru yang unik dan memikat dalam pembacaan puisi di Indonesia. Mungkin masa itu beliau melihat secara garis besar masyarakat Indonesia lagi menggandrungi sama praktek perdukunan kali, ya?
Sejumlah sajaknya telah diterjemahkan Harry Aveling ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan dalam antologi Arjuna in Meditation (CalcuttaIndia), Writing from the World (Amerika Serikat), Westerly Review (Australia) dan dalam dua antologi berbahasa BelandaDichters in Rotterdam (Rotterdamse Kunststichting, 1975) dan Ik wil nog duizend jaar leven, negen moderne Indonesische dichters (1979). Pada tahun 1979, SCBdianugerah hadiah South East Asia Writer Awards atas prestasinya dalam sastra di BangkokThailand.
O Amuk Kapak merupakan penerbitan yang lengkap sajak-sajak Calzoum Bachri dari periode penulisan 1966 sampai 1979. Tiga kumpulan sajak itu mencerminkan secara jelas pembaharuan yang dilakukannya terhadap puisi Indonesia modern.

Waktu SMA dulu sih, eL ngefans banget lho sama sastrawan yang satu ini. Gitu, deh. eL kan demen banget sama hal yang aneh-aneh, nyeleneh kaya gitu. Apalagi pas pelajaran Bahasa Indonesia (kalo ga salah waktu itu yang ngajar namanya Ibu Zakiah), eL disuruh baca puisinya yang berjudul POT.

1 comments :

 

Langganan via Email